Memberikan penguatan pada jenjang pendidikan dasar harus dilakukan sesering mungkin

HomeUncategorizedMemberikan penguatan pada jenjang pendidikan dasar harus dilakukan sesering mungkin

Memberikan penguatan pada jenjang pendidikan dasar harus dilakukan sesering mungkin

Terdapat berbagai macam keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu seperti keterampilan berpikir, memfokuskan perhatian peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, serta mengkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari peserta didiknya.8 Komponen keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu sebagai berikut :

Keterampilan Bertanya
Dalam kegiatan proses pembelajaran, bertanya menjadi sebuah peran penting karena dengan pertanyaan yang diberikan oleh guru akan menstimulus dan mendorong peserta didik untuk dapat berpikir. Selain itu dengan pertanyaan yang diajukan oleh guru juga dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

Untuk dapat meningkatkan HOTS (Higher Order Thinking Skills) peserta didik, maka pertanyaan yang diberikan harus mendalam, medorong peserta didik untuk menemukan alasan dan melahirkan gagasan-gagasan kreatif dan alternatif melalui imajinasi peserta didik.

Keterampilan Memberikan Penguatan
Memberikan penguatan pada jenjang pendidikan dasar harus dilakukan sesering mungkin. Penguatan merupakan segala bentuk respons, baik bersifat verbal maupun non verbal. Penguatan bertujuan untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik atas perbuatannya sebagai bentuk dorongan atau koreksi.

Penguatan terbagi menjadi dua jenis yaitu penguatan positif dan penguatan negative. Penguatan positif bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara perilaku positif peserta didik, sedangkan penguatan negatif bertujuan untuk menghentikan atau menurunkan perilaku peserta didik yang tidak menyenangkan.

Pada jenjang sekolah dasar, penguatan dapat diberikan dengan situs slot pulsa tanpa potongan bentuk pujian, penghargaan dan persetujuan atas perilakunya.

Keterampilan Membuat Variasi Stimulus
Dalam konteks belajar mengajar, varisai merujuk pada tindakan guru yang disengaja ataupu spontan dengan tujuan untuk mengikat perhatian peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Variasi stimulus dapat mengurangi kebosanan peserta didik dan kembali menarik perhatiannya pada pembelajaran.