Eriko disinggung terkait kans Megawati turun gunung di Pemilu 2024

HomeUncategorizedEriko disinggung terkait kans Megawati turun gunung di Pemilu 2024

Eriko disinggung terkait kans Megawati turun gunung di Pemilu 2024

Sejauh ini, Eriko mengatakan PDIP belum memutuskan siapa capres yang akan diusung di 2024. Namun, mereka tetap menerima dan mengkaji masukan dari seluruh masyarakat.
Ketika capres yang diusung PDIP diumumkan, Eriko menekankan, seluruh kader PDIP Banteng Tegak Lurus. Tidak ada lagi kader bermanuver ke kiri, kanan atau memihak calon. Mereka akan mematuhi keputusan yang disampaikan Megawati.
“Kami sepenuhnya mendukung apa pun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan untuk siapa pun calonnya. Saya bersyukur, saya jadi Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga, 53 persen pemilih ini dari generasi Y dan Z. Ya kami tentunya, harus juga menerima ini dari masyarakat, masukan-masukan ini kami sampaikan ke Ibu Ketua Umum. Keputusan sekali lagi adalah hak Ibu Ketua Umum sepenuhnya,” jelas Eriko.
Lebih lanjut, Eriko disinggung terkait kans Megawati turun gunung di Pemilu 2024. Eriko mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar banyak dalam menyikapi kemungkinan itu.
“Saya tidak ingin, walaupun nama saya Eriko Sotarduga, saya tidak ingin menduga-duga. Masa saya tanyakan sama Ibu Ketua Umum ‘Ibu mau maju tidak?’ kan itu tidak etis. Biarkan lah beliau nanti yang akan menanyakan kepada pengurus DPP, tentu wajib kami pengurus DPP memberikan masukan kepada dokter anak beliau tapi tentu itu adalah internal dan itu tertutup. Itulah demokrasi ala PDI Perjuangan.
8 Parpol Parlemen selain PDIP Tolak Proporsional Tertutup, Minta KPU NetralDelapan Partai Politik yang berada di Parlemen menolak sistem proporsional tertutup yang kini sedang digugat di Mahkamah Konstitusi (MK). Hanya PDI Perjuangan–partai di parlemen–yang mendukung sistem tersebut.
Pembacaan sikap bersama disampaikan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.
“Pertama, kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi, sistem pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokrasi kita,” ujar Airlangga di Kawasan Jakarta Selatan, Minggu (8/1)
Kedua, lanjut Airlangga, sistem pemilu dengan proporsional terbuka merupakan pilihan yang tepat.