Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menemukan

HomeUncategorizedStudi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menemukan

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menemukan

Jantung bisa menjadi sangat berdebar ketika aktivitas ini dilakukan dengan berlebihan. Saat makan berlebihan dan cepat, Bunda bisa memaksa jantung bekerja lebih keras dari biasanya.

  1. Obesitas
    Wanita yang kelebihan berat badan sebelum dan selama kehamilan memiliki peningkatan risiko detak jantung tidak teratur dan penyakit jantung lainnya. Secara umum, obesitas memang bisa menyebabkan jantung berdebar kencang.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menemukan, seseorang dengan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami dekak jantung yang cepat dan tidak teratur. Kondisi yang dikenal dengan fibrilasi atrium ini juga dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya.

  1. Hipoglikemia
    Hipoglikemia adalah kondisi di saat gula darah dalam tubuh rendah. Hipoglikemia lebih sering terjadi di trimester pertama, Bunda.

Ketika kadar gula darah rendah, tubuh akan memicu respons hormonal untuk mengembalikan kadar gula darah tersebut ke normal. Respon hormon yang sama juga menyebabkan sejumlah gejala, seperti jantung berdebar, detak jantung cepat, dan berkeringat.

  1. Hipotensi
    Sama seperti kadar gula rendah, hipotensi atau tekanan darah rendah juga bisa memicu gejala slot deposit OVO jantung berdebar. Tekanan darah yang rendah terjadi kerika kekuatan jantung turun untuk memompa darah melalui arteri.

Selain jantung berdebar, gejala lain hipotensi adalah mual, lemas, dan pusing. Tekanan darah yang turun ini kerap terjadi selama kehamilan.

  1. Masalah pada jantung
    Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok penyakit yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini dapat memicu gejala jantung berdebar, Bunda.

Penyebab penyakit kardiovaskular dapat bocoran slot gacor terbaik di Indonesia 2023 bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa di antaranya adalah gangguan aritmia, gagal jantung, atau miokarditis.

Untuk memastikan kondisi, Bunda sebaiknya periksa ke dokter bila mengalami jantung berdebar terus-menerus saat hamil. Beberapa tes atau pemeriksaan medis mungkin perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya, seperti tes darah atau elektrokardiogram (EKG).